EKONOMI FASISME

Fasisme adalah sistem ekonomi yang sering dikaitkan dengan jerman dimasa kekuasaan hitler, italia dimasa kekuasaan Mussolini dan pemerintahan militer jepang, sebelum berakhirnya perang dunia yang silam. Dewasa ini, pemerintahan fasis masi ada. Sistem ekonomi ini cenderung dikaitkan dengan kekuasaan politik yang kekuasaannya dipusatkan pada kediktatoran, atau setidak-tidaknya pada kediktatoran partai. Industri besar mendukung berbagai tujuan negara.

Berapa gambaran sistem ini kiranya baik untuk diperlihatkan. Walaupun banyak slogan ekonomi sering mengkumandangkan seruan yang berbau “sosialis”, di jerman, terdapat jalinan erat antara perusahaan raksasa dengan pemerintah. Kartel raksasa jerman membantu pembangunan gudang senjata dan gudang mesiu negara Nazi. Gabungan perusahaan raksasa di jepang dikenal dengan sebutan Zaibatsu berkembang dengan kekuasaan pasar yang lebih besar. Zaibatsu merupakan sasaran perintah agar segera dibubarkan begitu jepang menyerah pada kekuasaan sekutu.

Dibawah kondisi yang demikian itu fungsi mekanisme pasar yang tradisional tidak berjalan karna satu atau beberapa perusahaan menyusupkan kekuasaan monopoli yang amat besar. Di bwah kekuasaan fasis yang ekstrem yang segala sesuatunya tertuju semata-mata demi peperangan sebgai mana halnya di jerman Nazi dulu pilihan akan jenis barang yang akan diekmbangkan di tentukan oleh negara. Tentu saja ada pemilihan secara pribadi, akan tetapi dengan pembatasan yang amat ketat terhadap kebebasan pribadi yang dipaksakan oleh pimpinan negara, pilihan-pilihan yang terbuka bagi perusahaan swasta tentu saja terbatas.

Dewasa ini masi ad juga pemerinahan fasis. Telusuri peta Eropa, Asia, Amerika, dan seterusnya , di sana terdapat beberapa pemerintahan sering bertumpuk pada sistem kapitalisme, yang dikuasai oleh penguasa tunggal di bawah seorang presiden seumur hidup, atau dibawah pemerintahan militer.

Sistim  “FASISME” sebenarnya merupakan sebuah sistem kapitalis adanya orang menyatakan sebagai “NATIONAL CAPITALISM” pada sistim ini hak milik atas modal (dalam arti luas) tetap berada pada pihak swasta. Kapitalisme disini digunakan sebagai alat perekonomian ekonomi seperti halnya dilakuka pada sistem-sitem ekonomi modern lainnya.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s